0
Dikirim pada 02 April 2015 di Quotes

"Bibir Tersenyum, Hati Menangis"
adalah fenomena global dan faktual, yang menyebabkan kepribadiian kita terbelah dan ambivalen __

"Bibir Tersenyum, Hati menangis" melukiskan gejala umum kejiwaan, psikologi, dan nurani kita yang "terbiasa untuk menipu diri sendiri".

Kita terbiasa untuk bersikap ramah, sedangkan hati kita demikian sulit untuk beramah-tamah dengannya: kita terbiasa untuk tersenyum bahagia, sedangkan hati tengah menangis pilu karena duka dan derita;

Kita terbiasa untuk bersikap hormat pada orang yang menurut hati kita sungguh tidak patut dihormati. kita terbiasa untuk mengerjakan sesuatu yang hati kita justru menolaknya;

Kita sangat terbiasa untuk berbuat sesuatu yang menurut hati ini bertentangan dengan Agama, Akal sehat, dan Nurani; Sehingga hati kita menjerit sendiri;

Kita terbiasa hidup dalam kepura-puraan. Kita sungguh sangat terbiasa untuk mengorbankan integritas jati diri kita. Ya, Kita sangat suka mengenakan "Topeng".



Dikirim pada 02 April 2015 di Quotes
comments powered by Disqus
Profile

Saya, Salim Mahmudi, bukan siapa-siapa juga bukan apa-apa. Di sini saya hanya mencoba menuruti hasrat saya untuk sedikit berbagi dengan sesama. Mungkin saja apa yang saya lakukan memberikan manfaat kepada saya sendiri, syukur kalau orang lain ikut kecipratan. Salah satunya, semoga, Anda. More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 10.387 kali


connect with ABATASA